KEADILAN SUBSTANTIVE VS KEADILAN NORMATIVE
KEADILAN SUBSTANTIVE VS KEADILAN NORMATIVE
(Oleh Ev. Andereas Dermawan)
2 Korintus 8 : 12 – 15 Epesus 2 : 8 – 9 Filipi 2 – 5 -11
Pada umumnya setiap orang di dunia ini mendambakan suatu KEADILAN. Apakah arti keadilan menurut anda? Tentunya banyak ragam orang memandang keadilan itu. Dan penilaian manusia memandang keadilan itu sangatlah relative dan cenderung subyektif. Misalnya Seorang karyawan mengatakan adil bila Majikan di tempat ia bekerja memberikan upah yang besar atas hasil pekerjaannya.
Sebaliknya Ia merasa diperlakukan tidak adil bila hasil pekerjaannya dibayar lebih rendah dari yang Ia harapkan. Demikian pula sebaliknya Sang Majikan berdasarkan penilaian subjektivenya merasa sudah memberikan keadilan dengan memberikan upah minimal yang diukur dari prestasi kerja karyawannya. Jadi ada unsur pamrih di sini atau dengan istilah lain ada take and givenya . Inilah yang dinamakan KEADILAN TRANSAKSIONAL. Manusia menerapkan keadilan jual beli atau BISNIS JUSTICE.
Falsafah keadilan seperti inilah yang melanda seluruh dunia. Sebab itu tidaklah mengherankan kalau KEKUATAN UANG sangat berperan dalam menentukan keadilan di dunia ini. Untuk mengatur tidak terjadinya konflik dalam memecahkan masalah keadilan ini, maka dibuatlah sejumlah aturan/regulasi/ undang undang, menjadi PERATURAN NORMATIF yang mengikat semua orang. Siapakah pembuat undang undang/ regulasi itu? Bukankah dibuat oleh manusia yang notabene adalah orang berdosa dan tidak memiliki keadilan! Bagaimana manusia bisa memberikan keadilan, kalau Ia sendiri tidak memiliki keadilan atau kebenaran? Sesuatu yang sangat mustahil, ibarat orang sakit berobat pada orang sakit pula. Itulah sebabnya sejak ribuan tahun lalu orang mendambakan seorang Mesias Sang Raja Kebenaran dan Keadilan yang telah dijanjikan Allah untuk menyelamatkan manusia dari ketidakadilan akibat dosa.
Namun sayang Sang Keadilan dalam rupa manusia/ hamba Allah bernama Yesus Kristus ditolak kehadiranNya di dunia ini, manusia lebih senang meneruskan sistim / tatanan dunia yang jauh dari keadilan ini.
PADA JUDUL RENUNGAN KALI INI BERJUDUL : KEADILAN SUBSTANTIVE VERSUS KEADILAN NORMATIF akan memberikan pemahaman baru tentang keadilan yang kita pahami selama ini. Tadi secara singkat sudah dijelaskan tentang KEADILAN NORMATIF. Sekarang marilah kita tampilkan jenis keadilan yang berbeda dengan keadilan yang diadopsi dunia ini, yaitu kita akan membahas KEADILAN SUBSTANTIVE.
KEADILAN SUBSTANTIVE adalah suatu Keadilan yang tidak didasari oleh norma norma yang diatur manusia. Para pemimpin pemerintahan di dunia ini berusaha membuat undang undang atau aturan aturan supaya bisa menegakkan keadilan di muka bumi ini. Oleh sebab itu muncul beberapa ideology Negara yang dipakai untuk menerapkan system keadilan. Ada SISTIM SOSIALIS, ada sistim komunis, adapula sistim LIBERAL CAPITALIS, sistim pancasila dan sistemm sistem lainnya.
Penulis tidak akan membahas sistim ideology ciptaan manusia ini. Karena tiap tiap system ciptaan manusia ini ada plus minusnya dan tidak akan memenuhi rasa keadilan bagi manusia, karena pencipta system system ini juga adalah manusia yang berdosa dan tidak ada kebenaran dan keadilan di dalam dirinya. KEADILAN BISA TERCAPAI BILA SANG KEBENARAN/SANG KEADILAN MEMERINTAH DUNIA INI. Siapa Sang Kebenaran itu? Tidak ada seorangpun di dunia ini kecuali DIA YANG BERKATA: AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP , dan kelak di hari Penghakiman Dia akan MENJADI HAKIM YANG BENAR DAN ADIL.
Dialah pemilik Keadilan yang substantive, Dia tidak membeda bedakan orang, di mataNya semua orang sama telah berdosa dan akibat dosa manusia telah mati tidak berdaya, miskin papa dan perlu belas kasihannya. Oleh sebab itu Keadilan Allah bukanlah suatu ideology manusia. KEADILAN SUBSTANTIVE TIDAKLAH SAMA DENGAN IDEOLOGI KEADILAN SISTIM SOSIAL atau sistim komunis, yang menegakan keadilan DIDASARI IDEOLOGI BAGI RATA DENGAN JALAN ENFORCEMENT ATAU PEMAKSAAN DARI PIHAK YANG BERKUASA, persamaan hak yang dipaksakan seperti ini akan menimbulkan peperangan atau saling bunuh bagi orang yang tidak setuju yang juga akan menggunakan kekerasan untuk melawannya. Lalu apa perbedaan Keadilan Allah dengan keadilan sistim sosialis dan komunis, bukankah mereka juga memperjuangkan persamaan hak?
Tentu saja berbeda saudara! Tuhan Yesus berkata : Kalau PENGUASA DUNIA ini MENJALANKAN KEADILAN DENGAN TANGAN BESI, tetapi Sang Kebenaran, Dia datang bukan dengan tangan besi, tetapi Dia datang dengan KASIH. Apakah Artinya Kasih?? Banyak orang mudah mengucapkan, tetapi sukar untuk memahami akan makna kasih itu, apalagi untuk mempraktekannya. Kasih bukanlah suatu tindakan Charity atau memberi sumbangan/amal/ donasi/, sama sekali bukan itu. Mau tahu saudara artinya Kasih? Dan apa bedanya dengan CHARITY?
Untuk menjelaskannya, marilah kita melihat contoh nyata dari Sang Kasih, Sang Kebenaran, Tuhan kita Yesus Kristus. Dia yang adalah Tuhan, Maha Kuasa, Maha Kaya mau berpindah tempat menjadi orang tidak berdaya, Maha Miskin dengan jalan mengorbankan diriNya. Tuhan Yesus tidak datang sebagai orang kaya yang memberikan charity seperti banyak yang dilakukan oleh ajaran agama dewasa ini, tetapi sejarah mencatat Ia datang sebagai Orang Yang Paling Hina, untuk memperlihatkan wujud Kasih Allah, Ia rela bekorban, Ia rela merendahkan diriNya, melepaskan harga diri/ gengsinya, dan sangat berbanding terbalik dengan yang dilakukan manusia, dimana untuk mempertahankan harga dirinya/gengsinya, manusia saling membunuh dan melenyapkan. Tapi Substansi Kasih Allah melekat erat dengan keadilanNya. Lalu apa bedanya dengan Charity/Amal/Donasi, bukankah sama sama memberi atau juga sama sama berkorban?
Charity/Amal/Donasi bukanlah wujud dari Kasih! Mengapa? Karena sipemberi donasi/charity/ amal MEMBER DARI KELEBIHAN/ KEKAYAANNYAdan tidak sedikit pula yang memberi dari hasil kelebihan/kekayaannya dari hasil korupsi! Sedangkan KASIH adalah MEMBERI DARI KEKURANGAN/ KEMISKINAN, sehingga pada akhirnya karena ketiadaannya, maka yang diberikannya adalah dirinya sendiri, itulah yang diberikan oleh Yesus Kristus, Ia memberi diriNya. Itulah persembahan yang berkenan di hadapan Allah.
Mari kita perhatikan sejak perjanjian Lama, bukankah persembahan Korban Habil yang diterima oleh Tuhan, karena persembahannya adalah korban nyawa domba yang kemudian nyawanya sendiri, begitupula korban Ishak, juga adalah mengorbankan dirinya, meskipun akhirnya harus diganti oleh korban domba yang kemudian melambangkan korban Kristus yang merupakan domba Allah menggantikan Ishak ribuan tahun sebelumnya. Mungkin saudara bertanya, mengapa bukan Ishak saja yang dikorbankan, mengapa harus menunggu Yesus ribuan tahun kemudian.
Dan bila itu yang terjadi maka Ishaklah sang Mesias/ Juruselamat dunia, mengapa Ia hanya dijadikan symbol saja dari kedatangan domba Allah yang sebenarnya! Seperti pernah saya jelaskan pada artikel saya sebelumnya tentang pertobatan lahir baru. Dimana telah di jelaskan bahwa Adam pertama telah berdosa, Adam pertama adalah Benih Allah pertama yang lahir ke dunia bukan hasil hubungan biologis anatara manusia laki laki dan perempuan, Ia dihembuskan oleh nafas Allah sendiri. Tetapi setelah berdosa maka benih Allah pertama ini telah rusak oleh dosa.
Maka benih keturunan Adam selanjutnya adalah lahir dari benih dosa. Termasuk Ishak lahir dari hubungan biologis dari benih dosa. Benih Dosa menhasilkan benih dosa pula. Hukuman dosa adalah kematian kekal di neraka. Maka Allah berjanji akan mengirimkan suatu benih Allah yang baru yang steril dari dosa, didalam diri Tuhan Yesus Kristus, Dialah Benih Allah yang baru Manusia Allah/ gambar Allah yang baru.
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari pembahasan tentang perbedaan Keadilan Substantive dengan keadilan normative? Pertama Keadilan yang diadopsi oleh dunia ini adalah keadilan yang bersifat normative, dimana keadilan didasarkan atas prestasi dan kerja keras seseorang, sedangkan keadilan Allah adalah bersifat substantive dimana manusia harus mengakui keadaan dirinya telah berdosa dan mengakibatkan kematian kekal di neraka. Sebab itu benih dosa pada manusia lama keturunan Adam I haruslah diganti oleh benih Kasih manusia baru di dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus.
Oleh sebab itu manusia perlu pertobatan lahir baru. dilahirkan kembali. Seseorang yang menyadari keadaan dirinya tidak berdaya akan menyebabkan ia mencari pertolongan dan memohon belas kasihan dari Sang Juruselamat. Sama seperti seorang sakit kronis yang membutuhkan dokter penyembuhnya. Dan sebaliknya Orang sakit yang tidak menyadari dirinya sakit, maka ia tidak akan memperdulikan keselamatan untuk dirinya. Dan mereka tetap dalam kutuk hukuman dosa, karena mereka menolak grasi dari Tuhan Yesus Kristus. Keadilan Allah didasarkan oleh Kasih. Dan Wujud Kasih adalah Pengorbanan. Sedangkan Keadilan Normatif adalah keadilan yang didasarkan oleh prestasi dan kerja keras, itulah sebabnya Rasul Paulus mengingatkan dalam surat kirimannya pada jemaat Epesus, Ia mengatakan bahwa kita diselamatkan oleh karena KASIH KARUNIA BUKAN OLEH HASIL USAHA/Prestasi kerja keras kita.
Di tengah dunia yang jauh dari keadilan. ADA BERITA SUKACITA BAGI ORANG LEMAH, orang orang kecil korban ketidak adilan dari orang orang kuat, orang orang kaya. Karena Wujud Keadilan Allah yang substantive telah datang ke dalam dunia, dan dunia tidak mengenalnya. Karena Rahasia Kerajaan Surga diberikan kepada orang orang lemah yang dianlogikan oleh Yesus sebagai anak kecil yang berhak atas Kerajaan Surga.
Sebaliknya ADA BERITA DUKACITA BAGI ORANG KAYA karena bagi mereka sangat sukar untuk masuk Surga. Karena mereka lebih memilih surga imitasi yang ditawarkan dunia ini. Kiranya kita diberikan hikmat untuk memahami Keadilan Allah yang bersifat substantive itu. Amin.
