Demo Di Monas, GKI Yasmin Tuntut Kebebasan Beragama
Ratusan jemaat dan pendukung Gereja Kristen Indonesia Taman Yasmin (GKI Yasmin) berunjuk rasa menuntut pemerintah memberikan kebebasan bagi jemaat untuk beribadah. Aksi yang digelar pada Minggu (17/4.2011) pukul 13.00 ini diawali dengan menggelar kebaktian di depan Istana Negara Jakarta yang dipimpin oleh Pendeta Ujang Tanu Saputra.
Dalam aksi tersebut hadir pula tokoh-tokoh Kristen dan para pendukung keberagaman dan toleransi berbangsa seperti, Ketua Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Andreas A Yewangoe; Mantan Menteri Sekretaris Negara pada pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur) Bondan Gunawan; Presiden Dewan Gereja-Gereja Dunia, DR SAE Nababan LLD dan sekelompok massa yang tergabung dalam Forum Bhinneka Tunggal Ika (FBTI)
DR SAE Nababan dalam orasinya menjelaskan tentang dua hal penting terkait kebebasan beragama. Pertama, “Kebaktian yang diadakan GKI Yasmin adalah bentuk ketaatan kepada Tuhan,Tuhanlah yang memberi kebebasan beragama”; kedua, Nababan juga percaya bahwa, :undang-undang dasar telah menjamin kebebasan beragama, menjamin mendirikan rumah ibadah, menjamin keadilan”. teriaknya. Oleh karena itu Nababan mengajak segenap jemaat Gki Yasmin Bogor untuk tetap setia “setia sampai akhir, jangan menyerah ditengah jalan, sebab yang saudara perjuangkan bukan gedung gereja, bukan materi, tapi kebebasan beragama yang diberikan oleh Tuhan dan dijamin oleh konstitusi”.
Sementara itu Mantan Menteri di era pemerintahan presiden Abdurrahman Wahid (Gusdur), Bondan Gunawan, dalam orasinya mengajak segenap jemaat GKI Yasmin untuk melawan ketidakadilan dengan kasih dan menghadapinya dengan ketabahan. Sebab hal ini bertentangan dengan peradaban Islam yang tidak menolerir berbagai bentuk kekerasan.
“Selaku Muslim saya sangat menginginkan dan mengidamkan lahirnya peradapan Muslim yang rahmatan lilalamin, yang melindungi segenap umat manusia, yang melindungi, segenap makhluk,yang mengutuk berbagai bentuk kekerasan, kata Bondan.
Aksi ini berjalan tertib dan damai. Dengan pengawalan ketat dari kepolisian, massa berkumpul di sudut Monumen Nasional di depan Istana Negara sehingga tidak menimbulkan kemacetan di Jalan. Slawi
