PILIH YANG MANA : KOMUNITAS SEAGAMA ATAU KOMUNITAS SEIMAN?

PILIH YANG MANA :  KOMUNITAS  SEAGAMA   ATAU KOMUNITAS  SEIMAN?
Oleh : Ev. Andereas Dermawan
Galatia  3 : 15 – 29

KALI  INI  KEMBALI  ANDA  DIBUAT  BINGUNG  DENGAN  JUDUL  ARTIKEL  INI.  Ada  2  kata  yang ditampilkan  dalam renungan  ini  yaitu  kata  SEAGAMA  DAN  KATA  SEIMAN.  KEBINGUNGAN  ADALAH SESUATU  YANG  POSITIP.  MENGAPA?  Sebab  PALING TIDAK  ANDA  AKAN  MENCARI  TAHU  APA  YANG MENJADI  SUMBER  KEBINGUNGAN  DARI  JUDUL  ARTIKEL  INI  dibandingkan  bila  anda  sudah  tertidur pulas  tidak  mau  peduli  dengan  apa  yang  akan  terjadi  dengan  keselamatan  jiwa anda  setelah meninggalkan  dunia  ini, karena  hidup di dunia ini adalah untuk  sementara.   Jadi  dengan  memperlihatkan  sikap  bingung  akan  timbul  rasa ingin tahu dan mendorong  anda  bertanya  untuk  menjawab  kebingungan saudara.  Karena   Pada  zaman  sekarang  ini  orang  sudah   tidak peduli  akan  urusan  yang  menyangkut  akhirat.  Padahal  ini bukanlah urusan sepele,  karena  menyangkut  hidup  abadi  yang  sebenarnya.  JUDUL  ARTIKEL  DI ATAS  AKAN  MEMBERITAHU  SAUDARA  TENTANG  AGAMA DAN  IMAN,  keduanya berhubungan  dengan  masalah  akhirat.

SEMUA ORANG DI DUNIA  UMUMNYA TIDAK TERTARIK  BILA  MEMBICARAKAN  AKHIRAT, KARENA KONOTASINYA  NEGATIF  YAITU  BERBICARA  TENTANG  KEMATIAN,  SUATU TOPIK  YANG  TIDAK MENARIK!  PADAHAL   HAL  INI  JUSTRU  MERUPAKAN  HAL  YANG  SANGAT  PENTING,  LEBIH PENTING DARI  URUSAN  URUSAN  LAINNYA,  KARENA  DENGAN  MEMBICARAKAN  HAL  INI  SESUNGGUHNYA KITA  MEMBICARAKAN  KEHIDUPAN  YANG SEBENARNYA,  BUKAN  MEMBICARAKAN  KEMATIAN.

Saudaraku  yang  kekasih  dalam Tuhan Yesus  Kristus. Mungkin  saudara  akan  bingung  bila  saya mengatakan  bahwa  dunia  ini  sesungguhnya  adalah  zona  kematian  akibat  dosa.  Justru  dengan anda  mengetahui  masalah  akhirat  berarti  anda berbicara mengenai  kehidupan  itu sendiri. Perpindahan  dari  zona  kematian  kezona  kehidupan  itulah  akhirat. JADI  MEMBICARAKAN  MASALAH  AKHIRAT  harusnya  lebih  MENARIK  DIBANDINGKAN  MEMBICARAKAN  MASALAH  LAINNYA  DI DUNIA  INI.

Namun  sangat  disayangkan  saudara, karena  manusia   lebih  tertarik  membicarakan  hal  hal  duniawi, dari  sejumlah  topik   pembicaraan  pembicaraan di dunia ini, maka yang  menempati  urutan  teratas adalah  berbicara  mengenai  uang. Seandainya  judul  tulisan saya berbicara  masalah uang, apalagi kalau  saya  beritahu  cara mendapatkannya, saya  yakin  akan  banyak  respond  dan  banyak  orang akan  mencari  saya. Mengapa  saya  katakan  demikian?  Karena  saya  pernah  mengalami  peristiwa semacam  itu. Saya  pernah  bekerja  sebagai  trainer  atau  motivator  mengajarkan  bagaimana  caranya sukses mencari nafkah/uang  bahkan  dilingkungan  gerejapun  orang  orang  Kristen  akan  lebih  mudah  tertarik  bila  ada  seminar  seminar  yang  membicarakan  bagaimana  sukses  mencari  nafkah/ uang.  Saya  dibayar  mahal  hanya  untuk  berbicara  bagaimana  sukses  mencari  uang  tanpa mengeluarkan   modal,  cukup  berbicara  masalah  uang. Tapi sangatlah berbandi ng terbalik bila kita berbicara  masalah akhirat. Bicara saja sudah malas, apalagi untuk mencari kebenaran akhirat itu. Nah untuk hal yang begini, mereka menyerahkan kepada agama, dalam hal ini para pemimpin agama.

APAKAH  AGAMA  BISA  MEMBERIKAN  KESELAMATAN  AKHIRAT?  DENGAN  TEGAS  SAYA  KATAKAN TIDAK!!  LEPAS  DARI  SAUDARA  YANG  PRO MAUPUN KONTRA. SAYA TETAP NYATAKAN BAHWA AGAMA  TIDAK  BISA  MENYELAMATKAN  ANDA,  TERMASUK  AGAMA  KRISTEN. KARENA  AGAMA  BUKANLAH TUHAN.  AGAMA/ TORAT  Adalah  sarana  penunjuk  jalan  di mana  adanya Tuhan.  Jadi sama  dengan  buku  peta  jalan/GPRS.  Sebab  itu  harus  dipelajari  benar  benar  oleh masing  masing orang  tidak bisa diwakili oleh  pemimpin  agama  di dunia.  Ketahuilah  saudara bahwa  keselamatan akhirat/ keselamatan  surgawi  hanya dapat  anda  peroleh dengan  bertemunya  saudara  dengan Tuhan.  Tadi  saya  katakana  bahwa  agama bukanlah  Tuhan,  Tuhan  tidak  diwakili  oleh  pemimpin  agama.

PEMIMPIN  AGAMA  DAN  KUMPULAN  AGAMA  BUKANLAH  TUHAN,  berarti  Tuhan  belum tentu  ada  di tempat  itu. PEMIMPIN AGAMA  DAN  KUMPULANNYA  mereka  MEMPUNYAI PENGETAHUAN   TENTANG  TUHAN  DAN  MEREKA  PERCAYA TUHAN.  DAN MEREKA HEBAT  DALAM MENGKHOTBAHKANNYA.  Sebagai  pemercaya/ umat  beragama  MEREKA  BELAJAR  TENTANG TUHAN  DAN  TAHU  TENTANG  KEBENARAN,  DALAM  TATARAN  TEORITIS   MEREKA  MERASA  MEMILIKI  KEBENARAN DALAM HAL  PENGETAHUAN TENTANG KITAB SUCI/ TORAT .  NAMUN  MEREKA   MENOLAK DAN  MENGINGKARI  KEBENARAN  bahwa  torat  telah menjadi  manusia  dalam  rupa Yesus  Kristus,  yang datang  dalam  kehinaan.  KEBENARAN  YANG  MEREKA  MILIKI  ADALAH  SEPARUH  KEBENARAN  ( 50% ).   SEBAB ITU  DI DEPAN PARA  PEMIMPIN AGAMA  dan  kumpulannya  TUHAN  YESUS  MENGECAM MEREKA    dan  berkata  kepada  murid  muridNya,  BILA HIDUP KEAGAMAANMU  TIDAK LEBIH  BENAR   DARI  PARA PEMIMPIN AGAMA DAN KUMPULANNYA ,   MAKA  MEREKAPUN  TIDAK  AKAN  MASUK  KERAJAAN SURGA.  Dengan  mengatakan demikian  Tuhan  Yesus  ingin mengatakan  bahwa  KEBENARAN  yang  dimiliki para PEMIMPIN AGAMA  dan kumpulannya  adalah  KURANG BENAR    SAMA SAJA DENGAN KETIDAK BENARAN! .

Karena  hasil  akhirnya  adalah  kerajaan  neraka  bukan  kerajaan  surga . Sebab  itu perjumpaan  manusia  dengan  Tuhan  Yesus merupakan  informasi  yang  perlu  saudara  perhatikan  dengan  benar. Menjadi  orang  percaya  dan MEMILIKI PENGETAHUAN  SAJA  tentang Tuhan kalau hanya dalam tataran itu MAKA HIDUP KITA BARU HANYA SAMA    DENGAN PARA PEMIMPIN  AGAMA  DAN  KUMPULANNYA    DENGAN HASIL AKHIR YANG SAMA    dengan  mereka  yaitu MEWARISI  KERAJAAN  NERAKA.  Apanya  yang  kurang  benar  dari kehidupan  mereka?  Mereka  tahu Tuhan  dalam tataran teori, bahwa  Allah adalah  Roh,  jadi  bagi mereka  dengan  menguasai  hal  hal yang  bersifat  spritualitas/ rohani, bisa bahasa malaikat/ bahasa rohani/ bahasa agamawi  kalau  kita meminjam istilahnya  Rasul Paulus dalam suatu tulisannya. Tapi pada hakekatnya mereka  menolak Allah dalam rupa kemanusiaannya.  Kebenaran  yang  telah  dinyatakan  Allah di dalam Tuhan Yesus  Kristus di tolaknya  dengan  tetap  mereka  memimpin  ritual keagamaan.

Para pemimpin agama  tetap bebal meskipun  sudah  melihat  Yesus  di depan  mata  mereka,  tapi  mereka  tetap  memegang  tongkat kepemimpinan  Musa  dengan membangun  hirarki  keagamaan  yang  sampai  kini  masih  berlangsung.  Sebab  itu  Yesus  memilih sendiri  diluar orang orang yang berada dalam hirarki keagamaan, dan sebutan  bagi  pengikutnya  bukanlah  sebagai  umat beragama/ pemercaya, tapi  sebutan  bagi pengikut  Yesus  adalah  murid dengan  jabatannya  sebagai  hamba dalam bahasa  arabnya disebut  Rasul. Jadi  jabatan imam ( pemimpin ) dan jabatan hamba ( Rasul )  bagai  2 kutub yang berlawanan. Dalam Matius 23 Yesus mengecam pemimpin agama dengan mengatakan janganlah mengangkat dirimu menjadi  pemimpin, karena hanya satu  pemimpinmu yaitu Allah Bapa sendiri. Saudara dari pemaparan ini kita diingatkan  bahwa  agama beserta sejumlah aturannya tidaklah menyelamatkan manusia. Namun  fakta yang terjadi  justru manusia sangat terikat dengan agama.

Agama bahkan belenggu yang sulit dilepaskan dari kehidupan manusia. Maka  terbentuklah bermacam-macam kumpulan agama di dunia. Ada 5 agama besar di dunia dengan urutan terbesar sbb: 1.  Urutan pertama agama Kristen   2. Urutan kedua adalah agama islam   3. Urutan ketiga adalah : Budha   4. Urutan ke 4 adalah Hindu   5. dan urutan kelima adalah Kong hu chu. Bagi  orang orang  yang sama sama beragama Kristen dalam komunitasnya mereka akan mengatakan sebagai komunitas seagama. Begitu pula dengan agama agama lainnya. Judul  artikel di atas  berjudul :  PILIH MANA:  KOMUNITAS  SEAGAMA ATAU KOMUNITAS  SEIMAN.  Dengan  menampilkan  judul   ini  penulis ingin memberitahu saudara sekalian, bahwa ada perbedaan yang cukup besar antara komunitas seagama dengan komunitas seiman. Pada tulisan tulisan saya sebelumnya saya pernah mengungkapkan beberapa perbedaannya antara lain komunitas  agama memiliki hirarki kepemimpinan yang dipimpin oleh pemimpin agama, kalau sekarang sebutannya: pendeta, pastur, romo,  kiayi,  ustads, haji, biksu dlsb. Kalau dizaman Yesus sebutannya adalah : Pemimpin agama/ para imam,ahli torat/ahli kitab, parisi, saduki dan para imam besar. Sekarang mari kita crosscheck dari list nama sebutan itu apakah sama dengan komunitas bentukan Yesus.

Ternyata berbanding terbalik saudara, Tuhan ternyata memilih komunitasnya yang justru orang orang yang dianggap sampah masyarakat, orang orang berdosa/ orang orang kafir yang dianggap tidak beragama. Murid2 Yesus dipilih dari daerah Galilea, berada diwilayah Samaria, dimana orang orang Israel menganggap orang samaria adalah orang orang kafir penyembah berhala. Pengikut Yesus ada juga yang menjadi  pelacur dan  pemungut cukai yang notabene  adalah orang orang yang tidak tahu agama, justru yang dimaksud dengan miskin rohani adalah miskin dalam hal agama, disamping miskin aspek aspek lainnya. Mungkin saudara akan bertanya kok Paulus seorang parisi/pemimpin agama bisa dipilih juga. Ya tentu bisa, tetapi saudara harus lihat bagaimana proses awal pertobatannya. Ia bertobat bukan karena agama yang dianutnya, tapi justru  pertobatannya di awali oleh perjumpaannya dengan Tuhan Yesus. Ingat setelah bertobat ia justru melepaskan belenggu agamawinya dan turun dari jabatan imam menjadi hamba yang paling  hina dari Tuhan Yesus Kristus. Silahkan anda  baca riwayat pertobatannya dikitab kisah rasul rasul. Berdasarkan  pertobatannya  ia  berani  bersaksi  kepada  mantan  koleganya  sesama  parisi  dan kumpulannya. Paulus mengatakan bahwa kita diselamatkan  oleh karena  IMAN. Dengan tegas dan jelas Paulus juga menjelaskan apa artinya IMAN?  Dalam kitab Galatia pada bacaan kita. Paulus menjelaskan akan arti atau makna IMAN. Kalau saudara baca dengan teliti, ternyata IMAN yang dimaksud Paulus dalam surat kirimannya bukan IMAN dalam bentuk kata kerja, yang umumnya diindentikan dengan kata kerja percaya atau dalam bahasa Inggerisnya  disebut to believe. Tapi  Paulus memaknai  IMAN  sebagai  wujud  pribadi  Tuhan Yesus Kristus. Paling sedikit ada  2 perkataan Paulus yang memperkuat makna Iman sebagai  wujud  pribadi  Yesus.

Pertama  waktu  Paulus  mengatakan  bahwa Iman itu sudah ada sebelum  Abraham  menjadi  Bapak  orang  beragama ( Bapa  orang  bersunat ). Supaya baik orang yang bersunat  (  tanda orang beragama ) maupun orang yang tak bersunat ( orang tak beragama ) dapat diselamatkan oleh karena IMAN ( Kristus ) bukan  ditentukan oleh agamanya. Dan perkataan Paulus yang kedua adalah : IMAN itu telah datang, kata kata ini menjelaskan bahwa Iman itu adalah wujud pribadi Kristus bukan kata kerja to believe atau percaya. Sebab itu Paulus dengan tegas mengatakan bahwa kita diselamatkan  bukan oleh perbuatan percaya to believe tapi kita diselamatkan oleh karena IMAN, suatu perjumpaan dengan SANG IMAN SEBAGAI WUJUD PRIBADI, BUKAN  diselamatkan oleh pengajaran para IMAM. Dengan demikian telah menjadi jelas bagi kita antara komunitas SEAGAMA dan komunitas SEIMAN  adalah 2 komunitas yang berbeda.

Mudah2an pemaparan ini memberikan kita  pemahaman yang benar  bagaimana cara berjumpa dengan Yesus dan menjadi  bagian dari komunitasNya yaitu Komunitas SANG IMAN, bukan komunitas SANG IMAM ( KOMUNITAS  SEAGAMA ), Amin.

Bookmark the permalink.

Comments are closed.