KASIHNISASI ( KRISTUSNISASI ) VS AGAMANISASI ( KRISTENISASI )

KASIHNISASI ( KRISTUSNISASI )    VS    AGAMANISASI (KRISTENISASI )
Teks :  Matius 7 : 15 – 23     Matius 25 : 31 – 35    Roma 13 : 9
Oleh: Ev.Andereas Dermawan

Mungkin judul renungan ini agak mengejutkan saudara.  Bagi saudara yang aktif dalam KEGIATAN KRISTENISASI  mungkin saudara akan memprotes keras   judul dan isi tulisan ini. Namun selaku hamba Kristus saya harus sampaikan informasi yang penting ini. Informasi  ini harus disampaikan karena informasi ini menyangkut Keselamatan Kekal yang sangat dibutuhkan umat manusia.  Masalah saudara Menerima atau Menolaknya,  itu terserah saudara, saya hanyalah hamba yang MENABURKAN BENIH INJIL YANG BENAR  ( benih gandum ).

Pada akhir zaman ini ingat IBLIS juga menabur BENIH INJIL PALSU ( benih  Ilalang ). Sebab itu KITA HARUS BERHIKMAT MENGUJI SETIAP AJARAN!   Menguji  setiap ajaran TIDAK SAMA DENGAN MENGHAKIMI!  Karena Tuhan Yesuspun sebelum naik ke surga pernah berpesan kepada para pengikutNya  untuk bersikap bijak melihat tanda tanda zaman.  Nah bagaimana saudara dapat membedakan mana ajaran yang murni dan mana ajaran yang palsu?  Apa yang menjadi pegangan saudara?

Bagi saya selaku hamba Kristus, PEGANGAN SAYA ADALAH TUHAN YESUS SENDIRI, karena Ialah majikan Agung saya.  Ia adalah SANG FIRMAN ITU sendiri.  Ucapan ucapanNya yang ditulis dalam ALKITAB MERUPAKAN AMANAT  dan BUKANLAH TAFSIRAN ilmu agama dari para pemimpin agama/ pengkhotbah ternama.  Sebab itu ucapanNya merupakan narasumber yang  harus kita ikuti secara letterlex.  Dan patut diingat tidak semua ucapan/kata kata yang tertulis di Alkitab adalah ucapan Yesus.  Dari ribuan ayat ayat di situ juga dikutip kata kata Iblis dan banyak orang lainnya.

Sebab itu kita perlu suatu acuan/ narasumber  yang  menjadi pegangan kita.  Sebab itu saya menghimbau kepada saudara sekalian untuk MEMBACA ALKITAB SECARA LENGKAP jangan sepotong=sepotong yang biasanya saudara dengar dari para pengkhotbah zaman ini.  Tapi Ujilah semuanya itu, dan buatlah semacam checklist dan kemudian mengcrosscheknya apakah adanya kesinkronan antara yang ditulis dengan hasil akhirnya, yakni saat hari kiamat, saat dimana Firman Tuhan itu digenapi?

Tentunya Tidak ada seorangpun di dunia ini yang dapat menghafal  isi Alkitab itu. Sebab itu Tuhan Yesus dengan penuh hikmat dan marifatnya  Ia menyimpulkan isi Alkitab/taurat/ kitab suci yang tebal itu dengan satu kalimat pendek, supaya siapapun dia, baik  orang berpendidikan atau tidak berpendidikan dapat langsung memahaminya.  Apakah isi kesimpulan yang Tuhan Yesus ajarkan?   jawabnya adalah seperti apa yang dikutip oleh  Rasul Paulus dalam suratnya di kitab Roma 13 : 9 : “ KASIHILAH SESAMAMU MANUSIA SEPERTI KAMU MENGASIHI DIRIMU SENDIRI”.  Itulah kesimpulan hukum taurat  yang diajarkan oleh Tuhan Yesus. Dan justru karena begitu sederhananya  isi  Alkitab itu maka BAGI ORANG ORANG PINTAR justru  TIDAK BISA MEMAHAMINYA dan mereka membuat tafsiran diluar kesimpulan yang diajarkan Yesus.  Mengapa?  Karena mereka berpikir bahwa  ajaran Yesus tidaklah aspiratif yang sesuai dengan keinginan mereka, ibarat orang jualan, maka ajaran Yesus dianggap tidak menjual/ tidak laku.

Sebab itu Tuhan Yesus memilih sendiri pengikutNya, yang notabene adalah orang orang lemah/orang orang kecil, yang bermodalkan ketaatan secara letterlex akan perintah Yesus.  Orang orang bodoh tidak memiliki logika, sebab itu ia tidak bisa menggunakan logika, dan secara lugu/polos mentaati perintah Kristus.  Sedangkan orang orang pintar menggunakan logikanya mentafsirkan perintah Yesus.  Sebab itu Tuhan Yesus mengatakan kepada orang orang pilihanNya itu :  Berbahagialah kamu karena padamu diberitahu tentang rahasia kerajaan surga.  Sedangkan kepada mereka, Tuhan Yesus menunjuk kepada para pakar alkitab/parisi/pemimpin agama dan pengikut dari pemimpin agama itu bahwa mereka akan  diberitakan dengan cara lain,  karena  mereka meskipun melihat tapi buta, meskipun punya telinga tetap tuli. Mereka bebal!

Kembali pada judul renungan kita.  Namun  Sebelum saya uraikan lebih jauh.  Saya ingin bertanya kepada saudara  apakah arti nisasi yang ditambahkan dibelakang dari kata kata seperti : Kristen menjadi kristenisasi ( Agamanisasi) lalu saya tambahkan dengan kata Kasihnisasi atau Kristusnisasi.  Penambahan kata nisasi ini adalah menunjuk pada arti Pengikut/ komunitas. Contoh: Kristenisasi berarti menjadikan orang menjadi pengikut / komunitas Kristen ( Pengikut agama Kristen ). Dari judul di atas penulis ingin mengatakan  menjadi pengikut agama Kristen  belum tentu sama dengan menjadi pengikut Kristus. Karena kalau kita tidak mengetahui ciri ciri menjadi pengikut Kristus maka kita tidak akan mengetahui apakah seseorang pengikut Kristus atau bukan. Tuhan Yesus secara  eksplisit mengatakan dari buahnya ( ciri cirinya) engkau akan mengetahui mana yang asli dan mana yang palsu. Selanjutnya marilah kita melihat ciri ciri dari masing masing komunitas/pengikut dan melihat apa saja perbedaannya.

PERBEDAAN ANTARA PENGIKUT KRISTUS ( KRISTUSNISASI ) DENGAN PENGIKUT AGAMA KRISTEN ( KRISTENISASI ) :  Ada 4 hal yang akan  kita kupas satu persatu  sebagai ciri ciri dari masing masing komunitas.  4 hal/ ciri ciri yang akan kita bahas yaitu : 1 dari segi dasar acuannya    2. Dari segi hirarki   3. Dari segi Kegiatan/pelayanannya.   4. Dari  segi  doktrin keselamatan.

Sekarang marilah kita mulai membahas dari ciri ciri  Komunitas /pengikut agama Kristen  ( Kristenisasi) setelah itu kita bandingkan dengan ciri ciri komunitas/pengikut Kristus ( Kristusnisasi ).

KOMUNITAS  PENGIKUT AGAMA KRISTEN ( AGAMANISASI/KRISTENISASI )  dengan ciri ciri sbb :

  1. Dari segi  pijakan acuannya adalah : AGAMA
  2. Memiliki Hirarki / Silsilah / struktur Jabatan  sbb:  a. Adanya  Pemimpin organisasi  lembaga keagamaan.  B.  Adanya  pengajaran  agama/ kerohanian/ spritualitas, dengan memiliki pengetahuan agama/rohani/spritualitas  yang tinggi ( kaya rohani ) merupakan dasar penilaian  atau acuan menilai  prestasi keagamaan seseorang. Dan sebagai  penentu ranking/ struktur jabatan dalam sistim kepemimpinan organisasi lembaga keagamaan tsb, maka gelar kepakaran menjadi tolak ukur tingkat kerohanian seseorang.  C.  Antara agama/ denominasi  yang satu dengan agama/ denominasi yang lainnya saling mengklaim dan bersaing bahwa merekalah yang paling benar.  D. Saling berlomba lomba  mengejar prestasi dalam berbagai bidang kehidupan termasuk prestasi di bidang agama.
  3. KEGIATAN   DAN  PELAYANANNYA : a. Kegiatan ritual seperti :  Doa, Khotbah, Ceramah,Seminar,KKR,  Mempertunjukan mujizat dlsb.      B. Simbol symbol agama seperti  sekramen Baptisan, sekramen perjamuan kudus, doa untuk mendapat mujizat, berkat materi menjadi daya  jual atau daya saing melalui suguhan produk ritual mereka.
  4. DARI SEGI DOKTRIN KESELAMATAN :  a. Memiliki pemahaman yang berbeda tentang pertobatan lahir baru yang diperintahkan oleh Yesus, sebab itu  pertobatan lahir baru yang sebenarnya tidak mendapat penekanan yang penting dan tidak pernah dijelaskan dengan sebenarnya secara utuh. B. Pertobatan lahir baru menurut  versi mereka adalah mengikuti ritual keagamaan seperti sekramen baptisan dan mengikuti secara disiplin aturan aturan agama, menurut ajaran mereka itulah yang dipahami sebagai Lahir Baru dan itu akan membawa pada keselamatan. C. Rajin mempelajari ilmu agama/rohani/spritualitas. Mereka menganggap  dengan memiliki kekayaan materi/ harta mereka bisa melakukan amal/charity/donasi dan itu dianggap sebagai prestasi  kerohanian yang perlu mereka kejar. D. Melakukan ekspose kegiatan ritual keagamaan didepan public ( pasar ). Tuhan Yesus pernah mengingatkan muridNya  kelakuan parisi dizamannya ( bandingkan dengan parisi modern zaman ini bukankah terjadi kesamaan dengan parisi di zaman Tuhan Yesus?  Sekarang bahkan lebih canggih eksposenya dengan adanya  berbagai sarana komunikasi seperti  radio, TV, Internet dlsb.   Tuhan Yesus mengkritik tajam  kelakuan parisi zaman itu, dengan penampilan serba wah! Mereka memakai jubah kebesaran mereka, mereka melakukan doa yang panjang dan bertele tele. Coba anda bandingkan dengan pengikut/komunitas pilihan Yesus, dimana dipilih dari orang orang kecil/lemah dari kaum marginal. Sangat kointras , bukan? Jangankan berdoa panjang dan bertele tele, untuk berdoa saja minta diajari oleh Yesus. Dan Yesus mengajari mereka dengan Doa Bapa kami.

KOMUNITAS PENGIKUT KRISTUS ( KRISTUSNISASI ) dengan ciri  ciri sbb:

  1. Dasar pijakan acuannya adalah   : Tuhan Yesus Kristus sendiri. Kristus adalah Sang Gereja sendiri. Dia adalah Gereja Mula Mula ( Yang Sulung dari banyak saudara, dengan pengertian bahwa para pengikut/ muridNya adalah para duplikat duplikatNya.

Gereja bukanlah sebuah organisasi/lembaga keagamaan. Kehadiran Allah tidak boleh dilembagakan oleh organiusasi buatan manusia.

  1. Dipimpin oleh Tuhan Yesus sendiri dalam wujud orang orang pilihanNya. ( Matius 25 : 31 -46 ). Sebagai pengikutNya yang telah mengalami pertobatan lahir baru, bertugas bukan memimpin ritual keagamaan melainkan sebagai pelayan untuk orang orang pilihan Kristus, berarti wujud  Kristus dalam rupa orang orang pilihan yang kita layani haruslah kita anggap lebih besar dari kita. Mungkin kita salah kaprah selama ini kita melayani kegiatan ritual keagamaan di gedung gereja, dimana sang Imam/pemimpin agama yang kita anggap sebagai representasi Kristus. Di dalam Kristus tidak ada hirarki, hubungannya adalah sesama saudara/serupa/ duplikat. Dalam tugas misi penginjilan semuanya adalah sesama hamba. Tugas yang diberikan Kristus adalah memuridkan orang sesuai teladan Kristus sebagai yang sulung dari banyak saudara. Apakah ada ayatnya yang menjelaskan hal ini? Ada saudara!  Yaitu ketika  orang banyak  memberitahu  Yesus tentang orang tuanya Maria dan Yusuf mencarinya. Tuhan Yesus menjawab siapakah Ibuku? Ia berkata barangsiapa yang mengikut Aku seperti para muridNya, Ia menunjuk para muridNya waktu itu. Mereka adalah saudaraku baik laki laki maupun perempuan, karena di surga nanti  kita akan di ubahkan seperti malaikat.
  2. DARI SEGI KEGIATAN DAN PELAYANANNYA :  a. Mengerjakan Kebenaran dan Keadilan. B. Ibadahnya mengunjungi  janda janda miskin. ( perhatikan kata miskin disini, karena berarti ada juga janda janda kaya ), yatim piatu miskin, berarti ada juga yatim yang kaya. Hati hati jangan sampai salah kaprah mengenai hal ini! Yang menjadi acuannya apa yang dikatakan Yesus dalam Matius 25 : 31 -46. Yaitu orang orang yang paling hina tidak berdaya. Merekalah pemimpin yang kita layani seperti kita melayani Tuhan sebagai wujud representasi Tuhan di dunia ini, merekalah yang seharusnya kita puji dan kagumi, bukan saudara mengangumi para pengkhotbah/pendeta pendeta terkenal zaman ini, hati hati Antikris tengah merajalela dewasa ini. Pada kesempatan ini saya ingin menjelaskan ARTI JANDA MISKIN dan yatim piatu miskin DALAM KONTEKS UCAPAN YESUS. Dalam kalimat ucapannya ini Tuhan Yesus sama sekali TIDAK MENYEBUT MASALAH JENDER di sini. Kalimat ini ditujukan kepada murid muridnya baik laki laki maupun perempuan, Yesus mengatakan Aku tidak membiarkan kalian  piatu di dunia ini dan Ia menganalogikan diriNya sebagai pengantin laki laki Surgawi dan PENGIKUTNYA ADALAH PENGANTIN PEREMPUAN, bukankah ini tidak berkaitan dengan jender? DAN SIAPAKAH PENGANTIN LAKI LAKI DUNIAWI?  Dunia dan segala keinginannya adalah pengantin laki laki duniawi. Itulah sebabnya kalau saudara ingin disandingkan dengan pemilik surgawi, PENGANTIN LAKI LAKI SURGAWI, bukankah anda harus bercerai dulu dengan  pengantin laki laki duniawi ini? Dan menjadi  janda miskin duniawi? Paulus mengatakan Rahasia ini besar… dst.    C. Memberi  tumpangan dan melayani dengan hormat seperti kita melayani Tuhan.
  3. DARI SEGI DOKTRIN KESELAMATAN  :   a. SANGAT MENEKANKAN PERTOBATAN LAHIR BARU yang  faktual atau keadaan sebenarnya. Arti Pertobatan Lahir Baru menurut Tuhan Yesus adalah merupakan tindakan konkrit/ faktual bukan tindakan ritual. Pertobatan Lahir Baru yang dimaksud oleh Yesus adalah BENTUK KONKRIT PENYANGKALAN DIRI/ pengosongan diri/ ketelanjangan. Apakah bentuk konkritnya, hal inilah yang SANGAT SUKAR BAGI ORANG KAYA seperti yang diucapkan Yesus, karena mindset  hidup bagi kebanyakan orang adalah bagaimana orang DARI MISKIN MENJADI KAYA, tetapi  mindset hidup yang diajarkan Yesus  justru berbanding terbalik, bukan  bagaimana dari miskin menjadi kaya tetapi bagaimana dari KAYA MENJADI MISKIN, inilah ajaran yang sudah dibuktikan oleh Yesus sendiri dan apa yang diajarkan selalu sinkron dengan apa yang dilakukannya. Untuk menjadi serupa dengan Yesus, maka teladan yang telah dilakukan oleh Yesus BUKANLAH SEKEDAR TEORI melainkan sebuah BLUEPRINT yang merupakan dasar pegangan bagi setiap orang yang mengaku mau jadi pengikutNya. Tuhan Yesus dalam setiap kegiatannya LEBIH MENEKANKAN PADA ASPEK FAKTUAL DIBANDINGKAN ASPEK RITUAL, dan Ia berpesan kepada murid muridNya untuk melakukan hal yang sama. Yesus mengatakan kalau kamu ingin berdoa tutuplah pintu kamarmu. Dan hal ini telah Yesus lakukan ketika Ia berdoa, Ia mencari tempat yang sunyi di taman Ghetsemani.

Dari Pemaparan tentang  perbedaan ciri ciri PENGIKUT KRISTUS ( KRISTUSNISASI ) dengan PENGIKUT AGAMA KRISTEN  ( KRISTENISASI ), mudah mudahan jelas bagi kita, di komunitas mana anda berada?

Apakah anda berada di KOMUNITAS DOMBA atau KOMUNITAS KAMBING seperti  apa yang diungkapkan Yesus tentang khotbahNya tentang akhir zaman> Pilihan ada di tangan saudara, tiap orang diberi kebebasan untuk memilih karena memiliki kehendak bebas. Tapi bagi saya selaku hamba Kristus, saya telah menyampaikan apa yang seharusnya saya sampaikan. Amin.

Bookmark the permalink.

7 Responses to KASIHNISASI ( KRISTUSNISASI ) VS AGAMANISASI ( KRISTENISASI )

  1. priasumardi says:

    Menurut saya dalam tulisan ini dan tulisan-tulisan Ev.Andereas Dermawan (AD) lainnya , AD telah melakukan generalisasi yang berlebihan.

    Dari pengamatan saya sangat jarang oleh Kristen dilakukan kristenisasi, yang banyak (dan harus) dilakukan Kristen adalah memperkenalkan Yesus Kristus dan pemberitakan kabar baik yang disampaikan oleh Yesus Kristus.

  2. Ev.Andereas Dermawan says:

    Menanggapi comment Bpk Priasumardi, tidaklah tepat kalau saya dikatakan telah melakukan generalisasi, yang saya lakukan adalah memperlihatkan potret kekristenan masa kini dengan menampilkan 2 potret yang berbeda. Dan saya perlihatkan dengan gamblang ciri2 masing potret tsb. 1. Potret pengikut agama Kristen dengan ciri2nya dan satu lagi potret pengikut Kristus dengan ciri cirinya, dengan demikian setiap orang bisa mengcrosscheknya dengan kondisi riil pada masa kini. Demikian penjelasan dari saya, bila ada comment/pertanyaan lainnya selaku hamba Kristus saya siap menjawabnya.

  3. priasumardi says:

    Pak Andereas yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

    1. Per definisi seorang yang beragama kristen adalah pengikut Kristus.

    2. Apakah ciri2 yang Anda tulis dalam tulisan Anda diatas didasarkan pada penelitian yang dapat dipertanggung jawabkan atau sekedar hasil pengamatan Anda atas situasi di lingkungan kecil Anda saja.

    3. Kalau didasarkan pada penelitian yang sahih dapatkah Anda jelaskan metoda yang Anda terapkan? Saya kira kita seharusnya tidak gegabah menarik suatu konklusi yang sangat penting tanpa dasar-dasar yang sahih.

  4. Ev.Andereas Dermawan says:

    Saya tertarik atas respon anda Pak Priasumardi. Karena dengan adanya komunikasi seperti ini, berarti ada keseriusan anda membaca Firman Tuhan, karena selama ini orang kristen tidak tertarik membaca renungan apalagi mau mengujinya, karena begitu mengakarnya tradisi agamawi sejak zaman Yesus sampai masa kini. Dari comment Bapak ada 3 hal yang Bapak Utarakan dan saya akan responi satu persatu:

    1. Definisi dari Pengikut Kristus adalah orang2 yang mentaati secara letterlex apa yang diperintahkan oleh Yesus, bukan mentaati aturan2 yg dibuat oleh pemimpin agama, karena aturan2 agama yg begitu banyak telah disimpulkan dalam suatu perintah baru yg dikeluarkan oleh Kristus sendiri yaitu kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.Jadi dalam hal ini saya tetap berpegang pada statement saya pada artikel yg telah saya tulis yaitu orang beragama kristen belum tentu pengikut Kristus, dan harus diuji dari dasar pertobatannya.

    Hal berikutnya 2. apakah tulisan saya ini dapat dipertanggung jawabkan, dan apa hanya pengamatan dilingkungan kecil saja. Jawabnya dengan tegas saya berani mempertanggung jawabkan tulisan saya ini dalam forum diskusi apapun. Dan ini bukan sekedar pengamatan pribadi dilingkungan kecil, tetapi ini merupakan kekeliruan yg terjadi diseluruh dunia yg perlu mendapatkan pencerahan dan informasi Injil yg benar karena Tuhan Yesuspun mengingatkan murid2Nya untuk waspada terhadap penyesatan Injil yg telah diserongkan/dipalsukan oleh parisi/pemimpin agama waktu itu, namun sampai kini dalam rupa parisi modernpun tidak juga bertobat. Bahkan saya menyerukan pertobatan massive untuk seluruh penduduk dunia ini, selama zaman kasih karunia ini masih terbuka.

    Dan hal ke 3. Apakah saya punya dasar yang sahih? Kembali dengan tegas saya sampaikan dasar yg saya gunakan sebagai nara sumber adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri/ Sang Firman yg hidup, yg ucapan2nya tidak berani saya tafsirkan, tetapi saya taati secara letterlex, itulah acuan saya.Supaya anda dapat memperoleh penjelasan secara menyeluruh/secara utuh saya himbau anda baca Alkitab seluruhnya dari Kejadian sampai Wahyu,dan jadikan ucapan Kristus sebagai rujukannya. Kemudian bacalah seluruh tulisan saya tidak sepotong sepotong karena tulisan saya dalam bentuk serie renungan. Kemudian anda mengkrosscheknya. Adapun Website saya adalah http://andereasdermawan.wordpress.com dan http://10ad.wordpress.com bisa juga dilihat dinotes Face Book saya.

  5. priasumardi says:

    Pak Andereas yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

    Definsi yang umum Kristen adalah pengikut Kristus.

    Menurut pemahaman saya dalam upaya memahami Firman Tuhan yang tertera dalam Alkitab adalah bahwa Alkitab adalah kitab rohani. Dengan demikian Seluruh Alkitab memuat makna rohani yang lebih dalam yang tersembunyi misalnya dalam perumpamaan dan kiasan dalam ayat-ayat yang nampak seperti pernyataan moral atau historis yang sederhana. Kita dapat belajar lebih dalam lagi dengan melihat pesan rohani simbolis dari ayat-ayat. Yesus harus menegur para pengikut-Nya, dan sama halnya dengan orang-orang Farisi yang mencoba untuk memahami firman-Nya secara harfiah (letterlijk) ketika Dia menyampaikannya secara simbolis (dengan makna rohani yang lebih dalam).

    Beberapa contoh saja:

    1) Matius 16:6-8 Yesus berkata kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap ragi orang Farisi dan Saduki.” Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: “Itu dikatakan-Nya karena kita tidak membawa roti.” Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: “Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Hai orang-orang yang kurang percaya!”

    2) Yohanes 3: 3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

    3) Yohanes 4:11,13 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?” Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi.”

    4) Yohanes 6:51-53, 60-61,66 Akulah roti hidup yang telah turun dari surga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia. Orang-orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu.”… Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata: “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus yang di dalam hati-Nya tahu, bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka: “Adakah perkataan itu mengguncangkan imanmu?”… Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

    Dan masih banyak yang lainnya lagi. Jelaslah bahwa dalam banyak hal kita tidak boleh memahami firman-Nya yang tertera dalam Alkitab secara harfiah (letterlijk) .

  6. Andereas says:

    Salam untuk Bpk Priasumardi. Dari respon anda sepertinya anda belum membaca website dan tulisan2 saya seluruhnya. Karena disconnect dengan substansi berita Injil yg saya sampaikan. sebab itu sekali lagi saya himbau anda membaca ulang Alkitab sekali lagi secara lengkap, setelah itu anda bisa mengkrosschecknya dengan tulisan saya. Sehingga antara yg dikomentari dengan tulisan saya ada kaitan konteksnya. Mengenai roti beragi yg diajarkan oleh farisi justru kalau Bapak cermat sesungguhnya Bapak meneguhkan artikel tulisan saya, dimana Yesus mengecam mereka telah mentafsirkan sendiri ucapan Yesus dengan arti2 rohani/agama dan menolak perintah Yesus secara letterlex. Dan banyak lagi ucapan2 Yesus yg letterlex diplintir oleh parisi modern zaman ini dengan tafsiran2 religius/rohani mereka. Justru Yesus memperingatkan untuk waspada terhadap mereka. Saya tetap berpegang pada ucapan Yesus secara letterlex ketimbang mengikuti tafsiran2 manusia. Karena Tuhan Yesuspun sudah memperingatkan kepada pengikutNya untuk tidak boleh menambah atau mengurangi isi Alkitab apalagi mentafsirkannya seperti yg dilakukan oleh parisi sejak zaman Yesus bahkan sampai sekarang dalam rupa parisi2 modern zaman ini.Dan celakalah orang yg melakukannya. Jadi dalam hal ini terbuktilah apa yg dikatakan Yesus ada 2 komunitas yg berbeda, satu percaya Yesus berdasar tafsir para parisi dan satu lagi komunitas domba yg secara letterlex/lugu mentaati perintah Yesus secara letterlex. Pilihan ada disetiap orang. Kalau anda lebih percaya pada buku tafsiran manusia, berarti ada berbeda dengan saya yg percaya Yesus secara apa adanya ( letterlex ). Kiranya anda diberikan hikmat untuk memilih komunitas Kristus yg benar.Dan berani berpindah dari komunitas antikris. Waspadalah, Antikris menyamar sebagai malaikat terang.

  7. priasumardi says:

    Pak Andereas yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus,

    Dari komentar Anda diatas saya menarik kesimpulan bahwa Anda:

    – terlalu cepat menarik kesimpulan dan cenderung menghakimi

    – tidak benar-benar membaca dan mencoba memahami komentar-komentar yang saya berikan dan hanya ingin memaksakan pendapat Anda sendiri.

    Oleh karenanya sebaiknya diskusi kita disini kita akhiri saja.

    Kiranya kasih dan damai sejahtera Tuhan Jesus Kristus senantiasa menyertai Anda.